Jumat, 17 Juli 2026 “Pena adalah jembatan menuju peradaban.” Alinea-Cordova

Berpartisipasi dalam Membangun Peradaban Bangsa

Berita Nasional & Internasional

Hat-trick Messi di Usia 38 Tahun di Laga Lawan Aljazair

Lionel Messi

Argentina mengawali misi mempertahankan gelar juara dunia dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Aljazair pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City, Selasa (16/6/2026). Pertandingan sempat dibuka dengan kejutan ketika dua gol dianulir dalam tempo berdekatan: sundulan Messi pada menit kedelapan dibatalkan karena offside, disusul gol balasan Fares Chaibi dari Aljazair pada menit kesembilan yang juga dianulir karena posisi offside. Setelah babak pertama berjalan tanpa banyak peluang, La Albiceleste akhirnya memecah kebuntuan lewat aksi individu sang kapten (Al Jazeera).

Messi mencetak tiga gol pada menit ke-17, ke-60, dan ke-76, gol pertamanya berupa tembakan jarak jauh keras yang tak mampu dibendung kiper Aljazair Luca Zidane, putra legenda Prancis Zinedine Zidane, gol kedua memanfaatkan bola rebound setelah tendangan Alexis Mac Allister, dan gol ketiga lewat sepakan terukur dari tepi kotak penalti meneruskan umpan Nicolás González. Tiga menit setelah golnya yang ketiga, Messi ditarik keluar dan mendapat sambutan tepuk tangan meriah seisi stadion, kemungkinan diistirahatkan untuk laga-laga berikutnya. Pelatih Lionel Scaloni memuji penampilan kelas dunia kaptennya dalam kemenangan dominan tersebut.

Messi: Magis yang Tak Lekang Usia

Di usianya yang ke-38, Lionel Messi membuktikan ketajamannya belum pudar. Laga ini sekaligus mengukir sejumlah rekor bersejarah. Inilah hat-trick pertama Messi sepanjang kariernya di Piala Dunia, dicetak pada penampilan ke-200 bersama Timnas Argentina, sekaligus menjadikannya pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia. Ketiga gol itu membawanya ke total 16 gol Piala Dunia, menyamai rekor sepanjang masa milik Miroslav Klose, sekaligus melewati torehan kontribusi gol Pele. Menariknya, hat-trick ini terjadi tepat 20 tahun sejak Messi melakukan debut Piala Dunia-nya melawan Serbia dan Montenegro (google news).

Meski tak lagi semuda dulu, Messi memperlihatkan kecerdasan bermain yang justru kian matang. Pengamat menilai ia kini lebih banyak menghemat energi, sering terlihat menunggu di area pertahanan Aljazair, namun selalu siap menyergap begitu Argentina merebut bola. Strategi itu berjalan efektif karena skuad Scaloni memang dirancang untuk melindungi sekaligus memaksimalkan daya gedor sang nomor 10. Selanjutnya, Argentina akan menghadapi Austria pada 22 Juni dan Jordania pada 27 Juni dalam perjalanan mereka menuju ambisi menjadi tim ketiga dalam sejarah yang mampu mempertahankan trofi Piala Dunia.

Author

Tinggalkan Tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *